Apresiasi Pegiat Literasi, Pemkab Aceh Barat Berikan Penghargaan kepada SWI
ACEH BARAT Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memberikan penghargaan kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Barat sebagai salah satu organisasi media yang turut berperan dalam pengembangan dan penguatan literasi di daerah.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Festival Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu, 24–26 September 2026, dan dipusatkan di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat.
Piagam penghargaan bernomor 000.4/956 tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Barat, Abdurrani, S.Pd., M.Pd. Penyerahan piagam dilakukan oleh Kepala Lapas Meulaboh, Tendi Kustendi, kepada Rahmad Sardani selaku Kabid Hukum dan Advokasi DPD SWI Aceh Barat.
Ketua DPD SWI Aceh Barat, T. Fadil T.M., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan pihak penyelenggara yang telah menggelar Festival Literasi dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat serta mengangkat potensi sumber daya manusia di bidang literasi.
Menurutnya, kegiatan yang berfokus pada pendidikan dan literasi tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan keterampilan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kerajinan lokal.
“Suatu kehormatan yang besar bagi kami DPD SWI Aceh Barat atas pemberian piagam penghargaan ini. Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan dengan berbagai rangkaian kegiatan untuk masyarakat dan daerah,” ujar T. Fadil.
Ia menambahkan, Festival Literasi menjadi momentum penting untuk membangun semangat pendidikan dan budaya membaca di Aceh Barat, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk dan kerajinan lokal.
“Kami melihat kegiatan yang mengangkat semangat pendidikan di bidang literasi ini juga memiliki dampak positif secara langsung terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah masyarakat serta menghadirkan berbagai stan kerajinan warga lokal,” katanya.
T. Fadil menegaskan, DPD SWI Aceh Barat mendukung keberlanjutan kegiatan serupa. Menurutnya, budaya literasi perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda dan harus didukung dengan penyediaan fasilitas pendidikan serta literasi yang memadai.
“DPD SWI Aceh Barat siap menjadi bagian dari tim yang mengkampanyekan semangat literasi, karena hal tersebut juga merupakan bagian penting dari tugas pokok jurnalistik,” tegasnya.
Ia berharap Festival Literasi tidak berhenti sebagai ajang unjuk bakat dan keterampilan generasi muda, tetapi dapat menjadi bagian dari program pendidikan yang berkelanjutan.
“Di era modernisasi ini, segala sesuatu sudah semakin mudah dan instan. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi pemerintah untuk menyediakan fasilitas bagi generasi muda agar mereka terus mengembangkan diri tanpa mengabaikan semangat literasi,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles